Desa Ciseeng, kabarindonesia.net — BUPATI Bogor, Ade Yasin kembali meresmikan Jembatan Garendong, meski kondisi pandemic COVID-19 tetap memperhatikan protocol kesehatan. Hal ini Jembatan Garendong merupakan salah satu urat nadi penghubung Kecamatan Rumpin dan Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor pada Kamis (13/08/2020). Sementara, Jembatan Garendong memiliki panjang 80 meter dan lebar 7 meter, kini bisa dimanfaatkan untuk sarana transportasi bagi warga di sekitarnya.

“Syukur Alhamdulillah saya ungkapkan, akhirnya pada hari ini Jembatan Garendong sudah bisa saya resmikan. Silahkan manfaatkan dengan sebaik mungkin bagi warga sekitar namun saya juga meminta agar kita semua dapat bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini, jangan membawa barang yang berlebihan dan melebihi batas tonase yang telah ditetapkan,” tutur Ade Yasin pada awak media, seusai peresmian.

Lanjutnya, jika dibangunnya Jembatan Garendong ini bertujuan untuk mendukung proses pembangunan di Bumi Tegar Beriman khususnya di wilayah Bogor Barat. Dengan hadirnya Jembatan ini, kedepan semoga bisa mempermudah warga dalam melakukan aktivitas dan mobilisasi sehari-hari sekaligus diharapkan bisa memacu laju pertumbuhan perekonomian sehingga Wilayah Bogor Barat bisa terus berkembang dengan pesat.

Sementara itu, Chandra, Kepala UPT Jalan dan Jembatan Wilayah 8 menambahkan jika pihaknya memiliki tanggungjawab untuk menjaga dan merawat jalan dan jembatan ini.

“Karena memang bagian kami adalah Bagian Pemeliharaan maka kami konsentrasi disitu. Salah satu diantaranya kami menyediakan tenaga kerja untuk mengerjakan proyek pemeliharaan di sepanjang jembatan Garendong agar jembatan ini awet, terpelihara dan tidak membahayakan siapapun yang melewati jembatan ini hingga mereka bisa selamat sampai tujuan,” kata Chandra.

Ia menambahkan, sepanjang tahun 2020 ini pihaknya tengah menyelesaikan pemeliharaan jalan dan jembatan sepanjang Semplak-Garendong-Janala dan jalan-jalan lainnya yang panjangnya 100 kilometer lebih dalam satu tahun. Dan usai diresmikan Jembatan Garendong ini bisa dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.

“Yang terpenting bagi para pengguna jembatan ini agar selalu taat dalam membayar pajak dan malu jika tidak membayar pajak. Karena walaupun jembatan ini dibuat untuk kepentingan warga namun semua harus berbanding lurus dan seimbang dengan kesadaran mereka untuk membayar pajak agar kelanjutan dan keberlangsungan jembatan ini bisa kita gunakan dalam jangka waktu yang lebih lama,” pungkas Chandra. (Andy)