Ciomas, kabarindonesia.net — DALAM Undang-Undang Tahun 1974 bilmana perkawinan bertujuan menyatukan seorang laki-laki dengan seorang perempuan dalam sebuah ikatan Pernikahan yang syah, yang diakui baik oleh agama maupun oleh negara. Adapun tujuan dari Pernikahan tersebut adalah untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah, mawadah dan warahmah (samawa). Hal ini dikatakan H. Daud S.Ag., MSi kepada wartawan seusai membuka acara Bimbingan Perkawinan Pra-Nikah bagi para Calon Pengantin yang ada di Wilayah Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, yang digelar di Aula KUA Ciomas, Selasa pagi (11/08/2020).

“Intinya, jika sepasang calon Pengantin itu tahu dan paham tujuan apa yang akan dicapai, tahu apa saja hal-hal yang akan dilakukannya setelah dirinya dan pasangannya menikah kelak. Yang pasti, secara mental dia harus kuat sehingga ketika nantinya ada cobaan ataupun badai, pasangan ini sudah tidak kaget lagi,” tutur H. Daud.

Lanjutnya, jika faktor ekonomi juga sangat dibutuhkan dalam membina sebuah pernikahan.

“Karena faktor ekonomi itu kan ibarat penopang dalam membangun sebuah rumah tangga. Terlebih jika nantinya mereka telah memiliki anak, maka mereka akan merencanakan soal pendidikan anak-anaknya, mau disekolahkan dimana dan model sekolah yang seperti apa yang akan mereka pilih,” katanya.

Ia menambahkan, bila dalam Bimbingan Pra-Nikah ini, dikantornya diterapkan Protokol Kesehatan sesuai anjuran Pemerintah, seperti menyediakan tempat mencuci tangan dan Hand Sanitizer, menjaga jarak fisik dan memakai masker demi menjaga kesehatan diri dan lingkungannya.

Daud berharap jika dengan mengikuti Bimbingan Pra-Nikah ini nantinya para pengantin bisa langgeng, awet dan bahagia dalam menjalani biduk rumah tangga dan bisa menerima kekurangan dan kelebihan pasangannya. Bimbingan Pra-Nikah ini berlangsung selama dua hari dan menghadirkan para narasumber dari Kementrian Agama Kabupaten Bogor, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor dan BKKBN Kabupaten Bogor. (Andy)