Serang, kabarindonesia.net — WARGA Kampung Cilandak, Desa Bojong Menteng, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang  mengancam tidak akan memberikan hak suaranya atau golput di Pilkada 2020 mendatang.

Ancaman warga adalah bentuk kekecewan terhadap pemerintah Kabupaten Serang yang tak kunjung memperbaiki  jalan lipung yang terletak di kampung terahan.

Disampaikan warga kampung Cilandak “Ratim ” Desa Bojong, Menteng Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang,  saat berbincang dengan wartawan. (25/07/2020).

Dikatakan ratim “bahwa jalan tersebut sempat ada wacana untuk diperbaiki dari pemerintah (Pemkab) Kabupaten Serang, namun hanya angin segar saja, tidak kunjung terealisasi dengan alasan terpentok dana dan covid-19 sekarang serta tidak ada kepastian lagi dari tahun ke tahun, warga hanya mendapatkan janji-janji saja.

Masih kata ratim “bahwa jalan tersebut sudah puluhan tahun belum pernah diperbaiki bahkan sejak saya kecil sampai sekarang saya sudah punya anak 2 belum pernah merasakan jalan bagus, jalan tersebut menghubungkan Desa Bojong Menteng dan Mekarsari namun jalan tersebut berada di wilayah desa Mekarsari, ungkapnya .

Mungkin jalan tersebut dari sekitar tahun 1990 sampai sekarang belum ada perbaikan saya sebagai waraga mengharapakan ada perbaikan jalan tersebut, karena jalan ini adalah akses utama warga kampung Cilandak Desa Bojong Menteng.

Di kampung tersebut terdapat ternak ayam warga pernah berdialog dengan pemilik ternak tersebut “pihak ternak mengatakan mau bekerja sama membantu jalan tersebut, namun tidak semua dibebankan kepada kami harus dibantu oleh pemerintah terkait ujarnya.

“Ada usulan dari masyarakat kalau jalan lipung tidak di perbaiki  kami akan golput dalam pilkada serang 2020,” ungkapnya.

Ratim mengatakan, masyarakat Desa Bojong Menteng dan sekitarnya sudah kenyang dengan janji yang dilontarkan Pemkab  terkait perbaikan jalan di daerahnya, maka dengan ini kami memutuskan bila siapa saja yang akan membangun jalan tersebut akan kami pilih menjadi pemimpinya dan akan golput bila jalan kami masih rusak, tegasnya.

Padahal menurutnya, pengajuan perbaikan jalan lipung setiap tahunnya diusulkan kepada pejabat terkait.

“Ini bentuk kekecewan kepada pemerintahan karena setiap tahun kita usulkan tapi tidak ada realisasi,” ujarnya.

Ratim berharap, pemerintah kabupaten serang khususnya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) kabupaten Serang untuk segera memprioritaskan pembangunan jalan lipung.

“Kami harap DPRD kabupaten Serang untuk ikut menyuarakan  pembangunan Jalan lipung-kampung terahan,” harapnya.

Sementara itu, kepala Desa Sukasari bapak rohim mengatakan ” jalan tersebut sudah sempat mau diperbaiki namun terkendala di anggaran dan terpotong Covid-19 sehingga belum terealisai,ucapnya.

Namun kami juga berharap untuk pembangunan jalan tersebut membutuhkan bantuan pemerintah kabupaten serang kalo ini hanya dibebankan kepada desa cukup berat ungkapnya.

Masih kata bapak rohim “kami akan terus membangun komunikasi dengan Pemkab Serang dan  dinas terkait agar jalan lipung ini bisa segera di perbaiki mari kita bersama-sama dengan warga dan pemerintah desa berupaya supaya bisa merasakan jalan bagus, kita semua tentu berharap yang terbaik buat masyarakat tuturnya.

Ditempat yang sama Ediyana pengguna jalan lipung mengatakan” kalo ini mah mas, sudah bukan jalan lagi melainkan kubangan kerbau, kalo di tebarin ikan lele pasti bisa beranak cucu di jalan ini, dengan mimik muka marah.

Saya berharap pemerintah tidak tinggal diam melihat jalan lipung kampung terahan seperti kubangan kerbau ini, dan jalan ini secepatnya dibangun  mengingat jalan ini sudah puluhan tahun belum pernah mengalami perbaikan. (Bambang)