kabarindonesia.net, Jakarta — BAGIAN terdampak krisis ekonomi global akibat pandemi Virus Corona (COVID-19) sudah merambat ke berbagai daerah. Sama seperti negara lainnya, perekonomian nasional babak belur dihantam COVID-19. Banyak pengusaha yang menyatakan sulit bertahan saat situasi krisis saat ini, banyak faktor yang dihadapi untuk tetap survive, Minggu (31/05/2020).

Beberapa diantara mereka bahkan sudah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara masif. Beberapa lagi memberikan penawaran kepada karyawannya untuk mengambil cuti tak berbayar (unpaid leave) alias di rumahkan, ini dilakukan agar perusahaan tetap bertahan saat mereka mengalami pukulan yang sangat berat akibat pandemi COVID-19.

PT Daehan Global salah satu konsorsium Energi Kita Indonesia pembuat Alat Pelindung Diri (APD) pemasok APD ke Kemenkes yang tetap beroperasi walaupun dalam kondisi keuangan yang sulit dan tetap mempertahankan para pekerjanya serta tetap berusaha memenuhi pesanan APD untuk tenaga medis di Indonesia, “Ujar Satrio Wibowo Dirut dari PT Energi Kita Indonesia saat mendatangi pabrik Daehan Global menemui pekerja dan bertatap muka staf PT Daehan Global, beberapa waktu (26/05/2020) lalu.

“Satrio Wibowo dalam tatap muka dengan pekerja Daehan Global meminta maaf dan menangis karena belum bisa membayarkan THR kepada para pekerja,” ucapnya.

“Saya minta maaf karena belum bisa membayar THR, kalian tidak bisa membelikan baju baru untuk anak-anak kalian,” kata Satrio sambil menangis.

“Saya mengetuk hati Kemenkes untuk secepatnya membayar tagihan APD ke PT. EKI, doakan semoga pembayaran dari Kemenkes cepat terealisasi dan saya bisa membayarkan kewajiban kepada kalian, kalian semua adalah pahlawan kemanusiaan bagi para tenaga medis diIndonesia, tetap semangat dalam menghadapi Covid 19,” ujarnya disambut tepuk tangan para pekerja.

“Jika ini tak di respond semua operasional sangat terganggu dalam pekerjaan sehingga para pekerja  dapat terhambat, kami membutuhkan kerja sama dari Kemenkes untuk segera menyelesaikan kewajiban serta kami juga bisa menyelesaikan pembayaran kepada pekerja pabrik,” cetus Satrio.

Satrio wibowo mengatakan apabila Kemenkes tidak secepatnya membayarkan tagihan APD kepada PT. EKI, dikhawatirkan kami akan merumahkan para pekerja, untuk itu saya memohon kepada Kemenkes agar segera merealisasikan pembayarannya agar kami bisa beroperasi dan tetap bisa memenuhi kebutuhan APD untuk para tenaga medis di Indonesia,” pungkasnya. (Bambang)