kabarindonesia.net, Depok — UNTUK keselamatan masyarakat dimana penyebaran kasus COVID-19 masih terjadi di seluruh wilayah Kota Depok. Hal ini Pemerintah (Pemkot) Kota Depok menerbitkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia Kota Depok Nomor 03 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Shalat Idul Fitri Dalam Situasi Wabah Covid-19 di Kota Depok.

Menurut Lurah Pasir Putih, Kecamatan Sawangan, Kota Depok H. Ahmad Rifai Lc, mengatakan dalam fatwa tersebut bahwa Shalat Idul Fitri pada tahun 1441 Hijriah di wilayah Kota Depok diselenggarakan di rumah masing-masing, baik secara berjamaah bersama keluarga inti maupun secara sendiri-sendiri. Dijelaskannya, himbau tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diterapkan di Kota Depok.

“Himbauan ini guna memutus mata rantai penyebaran covid-19, mari kita sama-sama mentaati himbauan pemerintah, yakni di rumah saja tidak lupa menggunakan masker serta mencuci tangan.

Pada ayat tersebut, Allah melarang kita dari menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Sedangkan, mengadakan atau menghadiri salat Jumat di saat virus Corona mewabah berpotensi terjadinya penularan yang makin masif, dan mengakibatkan banyak jiwa menjadi binasa, maka perlu dihindari. Ketika kondisinya ada semacam ini, maka tentunya berada di rumah untuk meminimalisir mudharat dan wabah supaya tidak masif menyebar pada kehidupan manusia,” ungkap Rifai saat ditemui dikantornya, Rabu (20/05/2020).

Lanjutnya, tak hanya itu menghimbau warganya untuk mentaati aturan PSBB yang sudah berlaku di Kota Depok, yaitu untuk ibadah dan shalat Idul Fitri di rumah. Berdasarkan hadis, para ulama fiqih berpendapat bahwa segala ketakutan yang berkaitan dengan nyawa, harta atau keluarga merupakan alasan yang sah untuk meniadakan salat Jumat dan salat berjamaah.

Sebagai gantinya, umat Islam melaksanakan salat di tempatnya masing-masing. Mereka berpedoman pada firman Allah:

وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ

“Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan”. (Al-Baqarah: 195).

Pada ayat tersebut, Allah melarang kita dari menjatuhkan diri ke dalam kebinasaan. Sedangkan, mengadakan atau menghadiri salat Jumat di saat virus Corona mewabah berpotensi terjadinya penularan yang makin masif, dan mengakibatkan banyak jiwa menjadi binasa, maka perlu dihindari.

”Disaat seperti ini, (wabah Covid-19-red) melanda negeri ini, kita semua harus mawas diri dan taat kepada semua himbauan dan aturan yang disampaikan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemkot Depok, agar penyebaran Covid-19 dapat ditekan sekaligus memutus mata rantai agar tidak menambah korban jiwa dan itu untuk keselamatan dan kebaikan kita semua, bukannya berlebihan menerapkan aturan, kami ingin warga punya kesadaran tersendiri. Marilah bersama menjaga kebersihan diri dan shalat berjamaah dengan kerendahan hati kepada Allah SWT. Lalu berdoa dan memperbanyak amal saleh. Semoga Allah mengangkat bala ini, dan menjaga kita semua dari wabah dan berbagai penyakit,” pungkasnya. (Fiah)