Bogor, kabarindonesia.net — SITUASIONAL wabah virus corona (Covid-19) di Indonesia dimana dunia pendidikan terus berpacu untuk meningkatkan peran aktif guru sangat dibutuhkan. Hal ini sistem belajar secara daring (jaringan), yaitu dengan  menggunakan media televisi dimana kegiatan pembelajaran, tidak hanya semata-mata sebagai sumber belajar dan pembelajaran  tersebut.

Menurut salah satu guru SDN Padjajaran Kota Bogor Suherman, mengatakan dengan keberadaan perkembangan teknologi ini, harus lebih waspada karena semakin naiknya mereka yang terpapar Covid-19.  Dan hilir mudiknya orang ke daerah-daerah tertentu sudah longgar.

“Katakanlah, kalau pun itu tidak mencapai berapa GB, kita mau lebih memberdayakan kemampuan ibu bapak guru untuk membuat satu ramuan racikan materi, yang tidak keluar dari konsep pembelajaran sesuai tema. Karena panduan belajar dari rumah itu juga aja tidak semata-mata hanya ingin mencapai target kurikulum saja, tetapi dipastikan bahwa anak-anak memiliki jaringan internet,” tutur Suherman pada kabarindonesia.net, belum lama ini.

Lanjutnya, untuk penanganan masalah zonasi lain diharapkan upaya dilakukan setelah mediasi dengan orang tua, bagaimana agar anak-anak ini benar-benar bisa berjalan dengan lancar di dalam kegiatan pembelajaran.

“Kalaupun tidak ada kan masih banyak cara lain dari gurunya, kita bisa mengunjungi kelompok tertentu, tapi saya yakin dengan kondisi masyarakat, khususnya Kota Bogor ini. Katakanlah 90% dari orang tuanya memiliki alat komunikasi yang berupa handphone (HP) yang bisa membuat aplikasi WhatsApp. Karena untuk kesabaran, ketelatenan guru untuk mendorong anak-anak tetap belajar, itu yang menjadi hal yang paling utama, itu kan sasaran angkanya tapi untuk mendukung mereka setiap jenjang pendidikan berikut itu yang kita memberikan support agar sekalipun mereka di rumah, tapi mereka dipastikan telah terjadi komunikasi dengan, yaitu sekolah, guru serta orang tua dan anak,” pungkasnya. (Andy)