kabarindoensia.net, Gorontalo — GOLBAL budget merupakan metode yang dapat menguntungkan rumah sakit, karena manajemen rumah sakit memiliki kepastian biaya di Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut selama satu tahun. Keuntungan lainnya adalah rumah sakit memiliki keleluasan untuk berimprovisasi pemanfaaatan biaya pelayanan kesehatan, global budget juga dapat mengurangi fungsi administrasi.

Provinsi Gorontalo menjadi salah satu daerah yang sedang dicanangkan menjadi pilot project global budget oleh BPJS Kesehatan. Hal itu terungkap usai Kepala BPJS Cabang Gorontalo Muhamad Yusrizal bertemu dengan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di Gorontalo, Jumat (31/05/2019).

Menurut Yusrizal konsep global budget BPJS kesehatan ini baru dilaksanakan di 6 Kantor Cabang BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia, salah satunya adalah Kantor  Cabang Gorontalo, dan untuk penerapannya akan dimulai tahun 2020 nanti.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah provinsi terkait rencana tersebut. Global budget ini adalah pengalokasian anggaran pada Rumah Sakit selama setahun yang dapat digunakan oleh Rumah Sakit untuk pembiayaan pelayanan kesehatan bagi peserta,” kata Yusrizal.

Melalui metode global budget, cara pembayaran klaim ke Rumah Sakit sesuai dengan anggaran yang diperhitungkan berdasarkan data tahun sebelumnya. Proses administrasinya pun terbilang mudah, sehingga dapat memudahkan pihak Rumah Sakit untuk membuat keputusan rasional dalam memaksimalkan sumber daya yang ada.

“Rencana penerapan sistem pembayaran global budget ini masih dalam proses pembahasan. Lebih lanjut nantinya akan dilakukan sosialisasi dan juga akan diadakan rapat koordinasi terkait hal tersebut,” tambah Yusrizal.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie pada prinsipnya menyambut baik rencana tersebut. Ia hanya ingin memastikan bahwa global budget tidak menimbulkan risiko terhadap masyarakat peserta JKN-KIS.

“Harapan kami, BPJS Kesehatan dapat mengkaji lebih dalam untung ruginya baik itu untuk pasien atau rumah sakit. Jangan sampai ada yang dirugikan,” ucapnya.

Sebagai langkah awal dari penerapan tersebut, ada dua Rumah Sakit yang pilot project yaitu RSUD dr. Hasri Ainun Habibie yang dikelola oleh Pemprov Gorontalo serta RS. MM Dunda di Limboto, Kabupaten Gorontalo.(Red)