kabarindonesia.net, Bogor — DIRESMIKANNYA Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Nuraida, menambah panjang deretan fasilitas kesehatan di Kota Bogor. Oleh Bima Arya pada 19 Juni 2019 kemarin. Rumah sakit yang berlokasi di Jalan Achmad, Kelurahan Tegal Gundil, Bogor Utara.

Bermula dari RB PERMATA BUNDA NURAIDA yang telah berdiri sejak tahun 2004, cikal bakal tersebut kini telah tumbuh dan berkembang menjadi RSIA NURAIDA.

RSIA Nuraida hadir sebagai suatu pusat layanan kesehatan terpadu dengan unggulan pelayanan Fertilitas yang hadir untuk melayani masyarakat di Kota Bogor dan sekitarnya.

Visi dan Misi RS. Nuraida Terwujudnya Rumah Sakit dengan pelayanan unggulan bagi kesehatan wanita/pria, Ibu dan Anak dengan pelayanan prima berdasarkan prinsip-prinsip Islam.Menyediakan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang komperhensif, profesional dan berkualitas.

Menyelenggarakan pelayanan dengan penuh perhatian dan prinsip kasih sayang kepada sesama.Menerapkan dan mengembangkan manajeman yang bermutu dan terukur.

“RSIA Nuraida dilengkapi dengan IGD yang siap 24 jam, menolong siapa saja yang datang, baik kecelakaan maupun penyakit umum lainnya yang sifatnya emergency,” kata Wakil Direktur RSIA Nuraida, dr.Muchsin.

Kemudian, sambung dr. Muchsin, meski baru diresmikan sebagai RSIA, dengan memanfaatkan lahan sekaligus gedung yang luas akan ditingkatkan menjadi rumah sakit umum.

Lebih dari itu, masih kata dr. Muchsin, RSIA Nuraida menjadi rumah sakit pertama di Kota Bogor yang memiliki fasilitas layanan kesuburan buat suami istri.

Layanan yang disediakan antara lain, urai dr Muchsin, Inseminasi Intrauterin (IUI), USG 4 Dimensi Fertilitas, Videography Semen Quality Analyzer (SQA), pemeriksaan hormonal pria – wanita dan In Vitro Fertilization atau bayi tabung.

Soal kapasitas tempat tidur yang dimiliki, dr Muschin mengaku, RSIA Nuraida baru memiliki 18 tempat tidur.

Namun ke depan akan ditambah menjadi 100 tempat tidur, sekaligus memperbanyak layanan, semisalnya hemodialisa, cath lab, orthopedi hingga bedah syaraf.

“Ke depan kami ingin menjadi pusat rujukan kesehatan yang bisa melayani komprehensif dan tentu saja bisa melayani masyarakat secara memuaskan. Untuk sementara kami belum bisa melayani pasien BPJS, masih berproses untuk melengkapi persyaratannya,” paparnya.

Kepada seluruh rumah sakit pun RSIA Nuraida, Bima juga berharap agar mampu melayani secara maksimal dengan sistem rujukan yang ada, utamanya memberikan informasi se-akurat mungkin.

“Sejalan dengan spesialisasinya yakni soal aspek kesuburuan melalui Klinik Program Punya Anak (KIPPA) yang selama ini belum ada di Kota Bogor, padahal banyak warga yang memerlukan konsultasi itu,” jelasnya.

Besar harap, layanan tersebut bisa dimaksimalkan oleh warga Kota Bogor dan selaras dengan visi Kota Bogor lima tahun ke depan, ramah anak, ramah keluarga.

Pun kehadiran RSIA Nuraida mampu memberikan maslahat, bukan hanya pelayanannya, tetapi warga di sekitarnya yang memerlukan pekerjaan bisa terbantu.

“Tidak mungkin Pemkot berjalan sendiri, RSIA Nuraida bisa memberikan atensinya,” tandasnya. (Nia)