kabarindonesia.net, Bogor — MELALUI Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), dimana SMAN 4 Kota Bogor kembali menggelar untuk tahap pertama yang dilaksanakan pada (08-12-Juni), yaitu 50% dibagi menjadi tiga, satu jalur farmasinya sedangkan kedua jalur prestasi dan  ketiga jalur perpindahan orang tua dan anak guru dari afirmasi itu sekitar 20%, itu ditambah 2% dari tenaga medis covid-19.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 4 Kota Bogor H. Mamat Suherman, Spd, mengatakan dalam jalur prestasi mencapai 25% namun jalur prestasi dibagi dua jalur, yaitu prestasi akademik dan non-akademik dimana akademi ada 15-16 persen dan non-akademik, yaitu lomba ekstrakurikuler 9% dan jalur perpindahan dan anak buruh 5%. Dijelaskannya, tahap pertama sudah diumumkan pada 22 Juni.

“Ya sudah daftar ulang sudah selesai untuk tahap 1 tahap 2, itu jalur zonasi dimulai dari pendaftaran dari tanggal 25 Juni hingga 1 Juli, pada hari ini adalah pendaftaran terakhir  1 Juli tahun 2020. Untuk jalur zonasi SMA Negeri 4 Bogor menerima 50% dari kuota kurang lebih sekitar 162 tahap pertama itu dilakukan dan dibantu oleh pendaftaran SMP masing-masing maupun mandiri dan jalur zonasi itu pada umumnya orang tua mendapatkan sendiri,” tutur H. Suherman di ruang kerjanya belum lama ini.

Lebih jauh dikatakanya, apabila ada kesulitan untuk mengakses pendaftaran ini dan memang tidak bisa, yaitu pada tahap pertama tersebut sebagai farmasi.

Ia berharap, untuk PPDB tahun 2020 bahwa mendapatkan peserta didik atau calon peserta didik yang memang benar-benar bermutu.

“Kami (SMA Negeri 4 Bogor) membantu para orang tua yang tidak mampu dimana persyaratan itu kan punya yang disebut dengan ajang 20%, itu di tahap pertama adalah Farmasi. Karena farmasi ini adalah usaha untuk keluarga ekonomi tidak mampu, yaitu mereka punya KIP, punya dan lain sebagainya untuk memenuhi jalur afirmasi dalam melalui keterangan dari Kelurahan untuk surat keterangan tidak berlaku surat keterangan Indonesia Pintar yang terintegrasi dengan departemen sosial, yaitu Jawa Barat. Kita tentang IPA dan IPS. ya Yang bisa menuntut ilmu di SMA Negeri 4 Bogor dan kompetisi kompetisi di proses pembelajarannya itu kan lebih baik,” pungkasnya. (Andi/Yitno)