kabarindonesia.net, Bogor — TERINDIKASI Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Warga 1 dan 2, yaitu di Jalan Pangeran Sogiri No. 404, Tanah Baru, Bogor Utara, diduga belum memiliki ijin beroperasional, baik izin dari warga ataupun izin lainnya. Namun, ironisnya sekolah tersebut sudah berlangsung sekian tahun hingga saat ini.

Hal ini polemik yang beredar dikalangan masyarakat ataupun sekolah tersebut bergejolak. Tampaknya tidak ada sanksi secara tegas dari pihak pemerintah Kota Bogor, khususnya Dinas Pendidikan Kota Bogor atau pun Dinas Provinsi Jawa Barat.

Kendati demikian, Endang Widarsa sebagai Anggota Badan Pendiri Yayasan Bina Warga Bogor menjelaskan, bahwa izin operasional Pendidikan itu harus banyak yang ditempuh, yaitu salah satunya izin dari sekolah terdekat, dan saya tidak akan memberikan izin,” ungkapnya.

Ia menambahkan, sekolah SMK yang ada juga belum bias mampu menyerap masyarakat untuk menjadi siswa-siswa sekolah tersebut, sekarang ditambah lagi sekolah SMK baru. Yang ada kan bukan memajukan Pendidikan SMK,” lanjutnya.

Namun hal ini, ketika dikonfirmasi kabarindonesia.net, polemik tersebut belum ada yang membuat adanya perizininan, terkait SMK tersebut, dan saya baru mengetahui keberadaan SMK itu,” katanya.

Sementara itu, terkait kasus ini sudah dilaporkan terhadap Kepala Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Ketua Dewan Pendidikan Kota Bogor, Ketua MKS SMK se-Kota Bogor, Ketua BMPS Kota Bogor. Sedangkan untuk bukti-bukti yang legalitasnya bisa dipertanggung jawabkan secara hukum dan undang-undang berlaku. (Nia)