PT Arsari Nusa Investama, bagian dari Arsari Group, resmi mengakuisisi saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN). Langkah korporasi besar ini menandai meningkatnya kepercayaan institusi terhadap prospek industri aset digital di Indonesia, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pasar potensial dalam ekonomi berbasis aset digital.
Keputusan strategis ini dinilai sejalan dengan visi pemerintah dalam memperkuat kedaulatan ekonomi digital nasional. Selain mendorong pertumbuhan industri aset digital, investasi tersebut juga bertujuan mendukung pembangunan ekosistem yang aman, teregulasi, dan berdaya saing global.
Wakil Direktur Utama dan Direktur Operasional Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menegaskan bahwa investasi ini merupakan bentuk dukungan nyata Arsari Group terhadap proses transformasi digital di Indonesia. Ia menekankan bahwa visi Arsari Group sejalan dengan COIN dan anak usahanya — PT Central Finansial X (CFX) dan PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) — yang telah mengantongi izin serta berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Menurut Aryo, COIN memiliki fondasi kuat dan ekosistem paling siap untuk menjadi katalis dalam membangun industri aset digital nasional, termasuk aset kripto berbasis tata kelola yang baik. “Investasi ini bukan hanya tentang nilai ekonomi, tetapi tentang membangun kedaulatan digital Indonesia yang mampu menghasilkan inovasi dan nilai tambah bagi ekonomi nasional,” jelasnya.
Direktur Utama COIN, Ade Wahyu, menyambut positif langkah strategis Arsari Group. Ia menilai kehadiran Arsari akan memberikan nilai tambah signifikan, terutama dalam memperkuat tata kelola korporasi skala besar serta meningkatkan tingkat kepercayaan publik terhadap industri aset digital.
Aryo menambahkan bahwa orientasi Arsari Group selalu pada pembangunan ekonomi berkelanjutan jangka panjang. Industri aset digital dinilai menjadi kunci percepatan transformasi digital, yang merupakan pilar penting menuju visi “Indonesia Emas 2045”.
Posisi Indonesia saat ini memang strategis di pasar global. Data OJK per Oktober 2025 mencatat jumlah pengguna aset kripto di Indonesia telah mencapai lebih dari 18 juta konsumen, dengan nilai transaksi menembus Rp409,56 triliun. Laporan 2025 Global Crypto Adoption Index dari Chainalysis bahkan menempatkan Indonesia di peringkat ke-7 dunia dalam adopsi kripto.
Dengan dukungan keahlian lintas sektor dan jaringan global Arsari Group, diharapkan COIN dapat mempercepat pengembangan produk inovatif dan mendorong Indonesia bergerak dari sekadar konsumen teknologi menuju produsen inovasi digital yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional.























