Serang — Banjir melanda 21 desa yang tersebar di sembilan kecamatan di Kabupaten Serang, Banten, sejak Rabu malam, 17 Desember 2025. Bencana tersebut dipicu hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari hingga menyebabkan air sungai meluap dan menggenangi rumah warga.
Pemerintah Kabupaten Serang bergerak cepat dengan menyiapkan langkah penanganan banjir melalui normalisasi sungai. Upaya ini dilakukan dengan menggandeng Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau, Ciujung, Cidurian, serta instansi terkait lainnya.
Bupati Serang, Ratu Rachmatuzakiyah, mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan teknis untuk menentukan titik-titik prioritas pengerukan sungai tahap awal. Alat berat akan segera diturunkan di sejumlah lokasi guna mempercepat surutnya genangan air.
“Normalisasi sungai menjadi langkah awal agar aliran air kembali lancar,” ujar Ratu Rachmatuzakiyah saat meninjau lokasi banjir di Kecamatan Cinangka, Minggu, 21 Desember 2025.
Selain penanganan fisik, pemerintah daerah juga memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Aparat desa, relawan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta menyalurkan bantuan logistik secara langsung ke rumah warga yang masih bertahan, terutama lansia dan warga yang sakit.
Pemerintah Kabupaten Serang turut mengoperasikan dapur umum serta menyiapkan anggaran darurat sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan data BPBD Kabupaten Serang, banjir berdampak pada 1.295 kepala keluarga atau sekitar 4.449 jiwa. Selain merendam permukiman, banjir juga merusak ratusan rumah dan sejumlah fasilitas umum, seperti rumah ibadah dan bangunan sekolah. Hingga saat ini, tidak ada laporan korban jiwa akibat peristiwa tersebut.























