IKN — Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) terus mempercepat pembangunan infrastruktur dasar melalui kerja sama internasional. Terbaru, Otorita IKN menggelar rapat koordinasi dengan perwakilan Korea Selatan untuk mematangkan rencana hibah dua proyek strategis, yakni Water Purification Project (proyek air bersih) dan Smart City Corporation Center.
Acting Ambassador Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia, Park Soo-deok, menegaskan komitmen pihaknya terhadap realisasi program tersebut. “Dua minggu lagi tim teknis kami akan segera ke IKN untuk membahas kembali kelanjutannya,” ujarnya, Jumat (21/11/2025), dalam keterangan resmi Otorita IKN.
Proyek penyediaan air bersih kini memasuki tahap penyusunan perencanaan detail dan ditargetkan mulai dikerjakan pada awal tahun 2026. Pembangunan ini dinilai krusial untuk memenuhi kebutuhan dasar IKN, yang ditetapkan menjadi Ibu Kota Politik pada 2028. Pemerintah Korea Selatan juga akan mengirimkan lembaga teknis khusus untuk melakukan penyelarasan rencana kerja di lapangan.
Pemindahan ASN: Bukan Sekadar Relokasi Gedung
Di sisi lain, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus memfinalisasi kebijakan pemindahan kementerian/lembaga beserta Aparatur Sipil Negara (ASN) ke IKN.
Wakil Menteri PANRB, Purwadi Arianto, menegaskan bahwa perpindahan ini bukan hanya soal pemindahan kantor. “Pemindahan ini bukan semata relokasi fisik, tetapi transformasi cara kerja pemerintah. Fokus kita bukan hanya pindah kantor, melainkan pindah pola pikir dan budaya kerja, agar pemerintahan di IKN menjadi simbol tata kelola baru,” jelasnya di IKN.
Sejak 2022, KemenPANRB telah melakukan proses penyaringan komprehensif terhadap kementerian dan lembaga. Setelah terbentuknya Kabinet Merah Putih pada Oktober 2024, proses tersebut kembali dilakukan untuk menyesuaikan dengan struktur kabinet terbaru agar perpindahan berlangsung efektif dan efisien.
Penyaringan ini dilakukan melalui tiga filter utama, salah satunya adalah pendefinisian peran strategis setiap kementerian/lembaga, mencakup kontribusi terhadap kepentingan nasional, daya saing, serta kemandirian ekonomi.























