• Home
  • Disclaimer
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap
Minggu, Januari 25, 2026
Kabar Indonesia
No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Daerah
    Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Rp60 Miliar yang Menyasar DWP 2025 Bali, 17 Tersangka Ditangkap

    Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Rp60 Miliar yang Menyasar DWP 2025 Bali, 17 Tersangka Ditangkap

    Buron Interpol 2 Ton Sabu, Dewi Astutik Ditangkap Dramatis di Kamboja

    Buron Interpol 2 Ton Sabu, Dewi Astutik Ditangkap Dramatis di Kamboja

    Roy Suryo Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi: “Saya Senyum Saja, Ini Proses yang Harus Dihormati”

    Roy Suryo Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi: “Saya Senyum Saja, Ini Proses yang Harus Dihormati”

    PIK 2 Tropical Coastland Dicoret dari Proyek Strategis Nasional oleh Presiden Prabowo, Ada Apa?

    PIK 2 Tropical Coastland Dicoret dari Proyek Strategis Nasional oleh Presiden Prabowo, Ada Apa?

    Saham turun karena pasar merespons negatif pencabutan status PSN, yang berdampak pada prospek kemudahan perizinan dan fasilitas proyek.

    Proyek PIK 2 Dihapus dari PSN, Saham PANI Anjlok Nyaris 8% dalam Sehari

    • Bontang
    • Kaltim
    • Kukar
    • Kutim
    • Samarinda
  • Hukum
  • Tokoh
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Sosial
  • Terkini
  • Berita
  • Home
  • Advertorial
  • Daerah
    Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Rp60 Miliar yang Menyasar DWP 2025 Bali, 17 Tersangka Ditangkap

    Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran Narkoba Rp60 Miliar yang Menyasar DWP 2025 Bali, 17 Tersangka Ditangkap

    Buron Interpol 2 Ton Sabu, Dewi Astutik Ditangkap Dramatis di Kamboja

    Buron Interpol 2 Ton Sabu, Dewi Astutik Ditangkap Dramatis di Kamboja

    Roy Suryo Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi: “Saya Senyum Saja, Ini Proses yang Harus Dihormati”

    Roy Suryo Tersangka Kasus Ijazah Palsu Jokowi: “Saya Senyum Saja, Ini Proses yang Harus Dihormati”

    PIK 2 Tropical Coastland Dicoret dari Proyek Strategis Nasional oleh Presiden Prabowo, Ada Apa?

    PIK 2 Tropical Coastland Dicoret dari Proyek Strategis Nasional oleh Presiden Prabowo, Ada Apa?

    Saham turun karena pasar merespons negatif pencabutan status PSN, yang berdampak pada prospek kemudahan perizinan dan fasilitas proyek.

    Proyek PIK 2 Dihapus dari PSN, Saham PANI Anjlok Nyaris 8% dalam Sehari

    • Bontang
    • Kaltim
    • Kukar
    • Kutim
    • Samarinda
  • Hukum
  • Tokoh
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Sosial
  • Terkini
  • Berita
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
Home Opini

Menjawab Panggilan Kartini di Zaman Yang Tak Lagi Sama

Agus by Agus
21 April 2025
in Opini
0
Elfrida Sentyana Siburian, Kader DPC GMNI Samarinda Winner Duta Peduli Sejarah Indonesia 2024/2025.

Elfrida Sentyana Siburian, Kader DPC GMNI Samarinda Winner Duta Peduli Sejarah Indonesia 2024/2025.

0
SHARES
2
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Nolkilometer, SAMARINDA – “Saya ingin sekali berkenalan dengan seorang ‘gadis modern’, yang berani, yang dapat berdiri sendiri, yang menempuh jalan hidupnya dengan langkah cepat, tegap, riang dan gembira, penuh semangat, dan keasyikan. Gadis yang selalu bekerja tidak hanya untuk kepentingan kebahagiaan dirinya sendiri, tetapi berjuang untuk masyarakat luas, bekerja demi kebahagiaan sesama” (Surat Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang).

Seperti itulah ungkapan Kartini yang menaruh harapan akan sebuah perubahan yang lebih baik kepada seluruh kaum perempuan di zaman yang katanya sudah modern dan maju ini. Gadis modern yang diharapkan berdiri sendiri namun tidak menjadikan laki-laki sebagai musuh untuk memperoleh kemerdekaan.

READ ALSO

Polemik Pendanaan Perbaikan Ponpes Al-Khoziny: Menkeu Belum Terima Usulan Resmi dari Kementerian PU

Mafud MD : Kehadiran UU Perampasan Aset sangat penting untuk menutup celah hukum yang selama ini membuat hasil kejahatan korupsi dan tindak pidana lain sulit dikejar negara.

Kartini telah membuka cakrawala baru bagi kaum perempuan. Jika dibandingkan dengan zaman dahulu, perempuan selalu dikekang bahkan tak diijinkan bersuara apalagi mengambil peran dalam ruang ruang strategis dan politik. Maka tak salah Kartini menulis buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Puteri Jepara anak bangsawan itu harus bergulat dengan pemikirannya untuk merobohkan tembok dan sekat yang mengkerangkeng kaum perempuan.

Tangis yang ditulisnya dengan tinta kesedihan pun berganti dengan sistem penindasan yang baru apalagi di era media sosial ini. Munculnya sebutan baru untuk perempuan yang ingin menjadi dirinya sendiri, syarat perempuan harus putih dan cantik, perempuan tidak usah sekolah tinggi, pelecehan terjadi hanya karena busana perempuan dianggap terbuka, bahkan perempuan harus tetap mengemban peran ganda. Rasanya ini hanya memperbaharui sebutan dan penindasan yang ada di zaman dulu. Kata-kata diperbaharui padahal sama aja tujuannya untuk mengkelasduakan perempuan.

Perempuan masih dibelenggu dengan tuntutan di bangsa yang katanya cinta akan keadilan dan tidak memandang gender. Padahal kalau bicara soal kesetaraan gender maka yang ada di benak kita adalah “kita semua harus setara” bukan “perempuan harus di atas laki-laki”. Kartini ingin perempuan memiliki kesempatan yang sama, ruang yang adil, dan pastinya suara yang didengar tanpa bias gender. Itulah panggilan Kartini untuk seluruh perempuan di zaman yang sudah tak lagi sama ini. Namun, kendati demikian bukan berarti zaman dulu perempuan tidak berjuang, hanya saja perjuangan itu belum sepenuhnya membuahkan hasil.

Dunia serba cepat berubah pada akhirnya perempuan tak banyak kehilangan arah, dan sunyi dalam keramaian digital. Untuk hal ini ada yang perlu diperhatikan oleh pendidikan yakni penanaman konsep diri yang nantikan menentukan akan seperti apa dan menjadi bagaimana seseorang di dalam kehidupan masyarakat. Jangan ada lagi sebutan untuk perempuan tidak bisa mengemban tugas sebagai ketua, atau mengatakan perempuan lebih tepatnya di dapur dan fokus saja mengurus rumah tangga. Bukankan perempuan adalah pendidik utama peradaban?

Perempuan diambil dari tulang rusuk laki-laki yang artinya keduanya harus saling bergandengan tangan untuk mewujudkan panggilan Kartini. Bung Karno pun menegaskan bahwa persoalan perempuan adalah persoalan masyarakat, meski perempuan yang lebih tau apa permasalahannya bukan berarti laki-laki menutup mata.

Di berbagai daerah memang emansipasi perempuan telah dijalankan. Pemerintah juga memberikan kesempatan partisipasi perempuan 30 persen dalam politik, meskipun tetap saja banyak anggapan itu hanya memenuhi kuota saja bukan murni karena ingin mewujudkan kesetaraan tadi. Salah satu yang menjadi penyebab emansipasi belum berjalan yaitu rendahnya tingkat kepercayaam kepada perempuan untuk memperoleh hak dan kewajiban yang sama.

Tak salah jika panggilan Kartini adalah perempuan harus menjadi manusia seutuhnya. Perempuan harus menjadi bagian dari perjuangan. Kalau kita tarik ke belakang, pembebasan itu tak kunjung tuntas. Bahkan semakin miris dengan banyaknya korban pelecehan seksual, eksploitasi buruh perempuan, gaji yang minim itupun perempuan kadang harus berjuang dua kali lebih keras dari laki-laki. Ruang aman selalu disuarakan, tapi perempuan menemui banyak tempat dan hal yang justru membuatnya tidak nyaman. Lihat saja sampai sekarang RUU PPRT 20 tahun mangkrak tak kunjung diberi kejelasan.

Saya ingin menyampaikan kepada kaumku, tak perlu meminta maaf saat ingin menjadi diri sendiri. Meski dunia belum sepenuhnya memberi ruang, bangunlah ruang itu. Jika kamu ingin bersuara di media sosial maka lakukanlah dengan bijak tanpa harus menjatuhkan laki-laki, jangan ukur dirimu dari jumlah prestasi, jumlah likes atau followers tapi dari kamu menjadi diri sendiri dan berfikir kritis. Patahkan standar bahwa perempuan harus cantik dan putih. Kita tidak punya hak untuk memberi standar kepada kaum yang sedang berjuang untuk hal yang lebih besar dan penting. Apalah arti cantik jika tidak bisa membangun bangsa dengan karyanya.

Karena itu mari menjawab panggilan itu, mulai membangun kesadaran dan menghapus segala citra negatif tentang perempuan yang selama ini telah diterima, setidaknya ini membuka jalan agar rekonstruksi pola pikir yang baru terjadi. Selamat Hari Kartini untuk semua perempuan yang tetap berjuang, bermimpi, belajar, dan mencinta akan keadilan. Mari melanjutkan kisahnya hingga kita sampai di zaman yang baik itu.

Penulis: Elfrida Sentyana Siburian, Kader DPC GMNI Samarinda Winner Duta Peduli Sejarah Indonesia 2024/2025

Related Posts

Polemik Pendanaan Perbaikan Ponpes Al-Khoziny: Menkeu Belum Terima Usulan Resmi dari Kementerian PU
Nasional

Polemik Pendanaan Perbaikan Ponpes Al-Khoziny: Menkeu Belum Terima Usulan Resmi dari Kementerian PU

11 Oktober 2025
Mafud MD : Kehadiran UU Perampasan Aset sangat penting untuk menutup celah hukum yang selama ini membuat hasil kejahatan korupsi dan tindak pidana lain sulit dikejar negara.
Nasional

Mafud MD : Kehadiran UU Perampasan Aset sangat penting untuk menutup celah hukum yang selama ini membuat hasil kejahatan korupsi dan tindak pidana lain sulit dikejar negara.

29 September 2025
Nabil In Yoga, Mahasiswa Fakultas Hukum UWGM Samarinda.
Opini

Opini: Kejujuran dan Transparansi sebagai Pondasi Utama Pemimpin dalam Membangun BEM yang Progresif dan Bermartabat

16 April 2025
Next Post
Ketua PPD HMI Samarinda, Achmad Fawwaz.

Proyek Terowongan Gunung Manggah Alami Longsor, HMI Samarinda Desak Pihak Terkait Lakukan Evaluasi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

POPULAR NEWS

Nabil In Yoga, Mahasiswa Fakultas Hukum UWGM Samarinda.

Opini: Kejujuran dan Transparansi sebagai Pondasi Utama Pemimpin dalam Membangun BEM yang Progresif dan Bermartabat

16 April 2025
Cara Daftar Bansos 2025 Lewat HP: Siapa yang Bisa Dapat, Kapan Cair, dan Bagaimana Prosesnya

Cara Daftar Bansos 2025 Lewat HP: Siapa yang Bisa Dapat, Kapan Cair, dan Bagaimana Prosesnya

17 Oktober 2025

Pemerintah Memberikan BANSOS 600 Ribu untuk priode Juli – September

27 September 2025
Foto istimewa

BPMI Mengebalikan ID Pers Wartawan CNN Indonesia Setelah Audiensi Di istana Jakarta.

29 September 2025
Foto istimewa

Indonesia Mencatatkan Pencapaian Bersejarah Dengan Disepakatinya Dua Perjanjian Strategis Denga Uni Eropa dan Kanada

29 September 2025

EDITOR'S PICK

Komisi II akan membantu Otorita IKN mempercepat pembangunan, mengevaluasi regulasi terkait, serta mendorong mutasi ASN agar infrastruktur dapat segera difungsikan.

Komisi II akan membantu Otorita IKN mempercepat pembangunan, mengevaluasi regulasi terkait, serta mendorong mutasi ASN agar infrastruktur dapat segera difungsikan.

25 November 2025
Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Ahmad Vanandza

Vanandza Respon Permasalahan HGB Yang Yang Belum Memiliki SHM

24 Februari 2025
Mendagri Tito Ungkap Kasus TBC Tertinggi di Papua, Indonesia Jadi Negara Nomor Dua di Dunia

Mendagri Tito Ungkap Kasus TBC Tertinggi di Papua, Indonesia Jadi Negara Nomor Dua di Dunia

27 Oktober 2025
Ketua Komisi I DPRD Samarinda Samri Shaputra.

Diduga Ada Miras Hingga Perjudian di Rumah Billiard, Samri: Billiard Adalah Olahraga Ketangkasan Bukan Tempat Jual Miras

5 Maret 2025

Tentang

Kabar Indonesia

www.kabarindonesia.net adalah media berita online yang hadir sebagai sumber informasi terpercaya, aktual, dan berimbang untuk masyarakat Indonesia. Kami berkomitmen menyajikan berita-berita pilihan dari berbagai bidang seperti politik, hukum, ekonomi, pendidikan, sosial, budaya, dan peristiwa terkini dari seluruh penjuru nusantara.

Kami percaya bahwa informasi yang tepat dan berkualitas adalah hak setiap warga negara, serta merupakan fondasi penting dalam membangun masyarakat yang cerdas dan demokratis.

Kabar Indonesia — Tegak Lurus Mengabarkan Untuk Indonesia

Follow us

Kategori

  • Advertorial
  • Bencana Alam
  • Berita
  • Bontang
  • Daerah
  • Ekonomi
  • forum purnawirawan
  • Global
  • Hukum
  • IKN
  • Internasional
  • International
  • Kaltim
  • Kesehatan
  • kpk
  • Kukar
  • Kutim
  • Mahakam Ulu
  • Nasional
  • Opini
  • Pembangunan
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Pertanian|Perkebunan
  • Politik
  • Politik
  • Politik Nasional
  • Samarinda
  • Sosial
  • Terkini
  • Tokoh
  • Transportasi

Terkini

  • HMI Samarinda Visit Sungai Mahakam, Jejaki Jasa Penggolongan dan Pemanduan Pelindo
  • Ramai Isu Aliran Dana Bank BJB, KPK Tegaskan Belum Ada Status Hukum untuk Ridwan Kamil dan Aura Kasih
  • BNNP Sumbar Bongkar Peredaran 100 Paket Ganja di Bukittinggi–Agam, Tiga Tersangka Ditangkap
  • Pemerintah Kucurkan Bantuan Rp 8 Juta per Keluarga untuk Korban Banjir dan Longsor di Sumatera
HMI Samarinda Visit Sungai Mahakam, Jejaki Jasa Penggolongan dan Pemanduan Pelindo
Kaltim

HMI Samarinda Visit Sungai Mahakam, Jejaki Jasa Penggolongan dan Pemanduan Pelindo

by Angga Redaksi
22 Januari 2026
0

Samarinda — Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda melaksanakan kunjungan lapangan ke Sungai Mahakam untuk meninjau jasa penggolongan dan pemanduan...

Ramai Isu Aliran Dana Bank BJB, KPK Tegaskan Belum Ada Status Hukum untuk Ridwan Kamil dan Aura Kasih

Ramai Isu Aliran Dana Bank BJB, KPK Tegaskan Belum Ada Status Hukum untuk Ridwan Kamil dan Aura Kasih

28 Desember 2025
BNNP Sumbar Bongkar Peredaran 100 Paket Ganja di Bukittinggi–Agam, Tiga Tersangka Ditangkap

BNNP Sumbar Bongkar Peredaran 100 Paket Ganja di Bukittinggi–Agam, Tiga Tersangka Ditangkap

27 Desember 2025
  • Home
  • Disclaimer
  • Iklan & Kerjasama
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Sitemap

Copyright © PT. Kabar Terang Media

No Result
View All Result
  • Home
  • Advertorial
  • Daerah
    • Bontang
    • Kaltim
    • Kukar
    • Kutim
    • Samarinda
  • Hukum
  • Tokoh
  • Opini
  • Pemerintahan
  • Pendidikan
  • Sosial
  • Terkini
  • Berita

Copyright © PT. Kabar Terang Media