KabarIndonesia.net- Pusat perhatian pemerintah kini bergeser pada transformasi pendidikan yang lebih merata dan adaptif di era digital. Strategi ini meliputi pengembangan infrastruktur, pelatihan guru, hingga kebijakan perlindungan anak di dunia maya—semua sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar generasi masa depan tumbuh cerdas dan berintegritas.
Dalam program revitalisasi pendidikan nasional, pemerintah telah mengalokasikan dana sebesar Rp16,9 triliun dari APBN 2025 untuk memperbaharui sekitar 11.000 sekolah serta membangun smart classroom digital di hingga 300.000 sekolah.
Tujuannya agar proses belajar mengajar menjadi lebih interaktif dan berbasis teknologi. Para guru juga mulai menjalani pelatihan intensif agar dapat memaksimalkan sistem pembelajaran berbasis deep learning dan artificial intelligence (AI) di kelas merekan
Secara paralel, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menjalin kolaborasi dengan Kementerian Sosial guna memperluas layanan internet berkualitas di Sekolah Rakyat—sekolah komunitas bagi anak-anak rentan atau mereka yang tinggal di daerah terpencil.
Pemerintah menjamin bahwa setiap Sekolah Rakyat akan memiliki akses internet stabil agar anak-anak muda tetap terkoneksi dengan sumber belajar digital
Momentum Hari Anak Nasional (23 Juli 2025) membawa perhatian lebih kepada konten digital yang aman dan edukatif.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menekankan pentingnya penyediaan konten yang sesuai usia sebagai bagian dari hak anak atas informasi yang layak.
Kebijakan PP TUNAS mulai diterapkan agar Perangkat Penyedia Layanan Elektronik (PSE) menyediakan klasifikasi usia serta pengawasan orang tua dalam penggunaan gawai.
Selain keamanan, investasi pada literasi digital juga menjadi fokus agar anak-anak Indonesia tidak hanya menjadi pengguna aktif, tapi juga kreator yang bertanggung jawab di era digital
Dalam upaya meningkatkan keterampilan tenaga pendidik, PT Telkom Indonesia kembali menyelenggarakan pelatihan Indonesia Digital Learning (IDL) 2025.
Acara pelatihan yang berlangsung di wilayah Cirebon menekankan penggunaan AI dan teknologi kreatif dalam pengajaran. Lebih dari 100 guru mengikuti pelatihan ini sebagai bagian dari komitmen kolaboratif antara sektor pendidikan, pemerintah daerah, dan industri teknologi.
Pelatihan ini juga menyediakan akses bagi guru untuk memperoleh sertifikasi digital oleh BNSP sebagai pengakuan kompetensinya
Dari Sabang hingga Merauke, pemerintah sedang membangun fondasi kuat bagi pendidikan masa depan yang inklusif, aman, dan berkelas dunia. Implementasi smart classroom, literasi digital, dan pelatihan AI bagi pendidik menjadi fondasi transformasi nasional menuju Indonesia Emas 2045.























