Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) bersama Himpunan Kawasan Industri (HKI) dan PT Pindad resmi menjalin kerja sama strategis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Minggu (14/12/2025).
Kerja sama ini bertujuan memperkuat perencanaan kawasan industri prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, sekaligus mengakselerasi Program Mobil Nasional sebagai proyek strategis nasional.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menegaskan Indonesia memasuki fase baru dalam upaya jangka panjang mencapai kemandirian industri otomotif. Menurutnya, keberhasilan mobil nasional tidak hanya ditentukan oleh kemampuan memproduksi kendaraan, tetapi juga oleh pembangunan ekosistem industri yang terintegrasi.
“Ini adalah tonggak sejarah baru untuk menyelesaikan milestone yang tertunda. Membuat mobil bisa, membangun pabrik mobil bisa, namun mewujudkan industri mobil nasional yang berkelanjutan itulah yang paling menantang,” ujar Rachmat dalam keterangan tertulis.
Ia menekankan industri otomotif nasional harus dibangun seiring penguatan rantai pasok, pengembangan teknologi, serta penataan kawasan industri yang terencana dan berdaya saing.
Sementara itu, Direktur Utama PT Pindad, Sigit P. Santosa, menyatakan komitmen perusahaan dalam merealisasikan proyek mobil nasional secara konkret. Pindad telah menyiapkan kawasan industri di Subang sebagai basis produksi dengan target kapasitas hingga 500.000 unit per tahun.
Pada tahap awal, Pindad menargetkan produksi sebanyak 100.000 unit pada 2028. Sigit menegaskan proyek mobil nasional tidak boleh berhenti sebagai wacana atau euforia semata.
“Ada pesan yang seragam dari berbagai pihak kepada Pindad, jangan sampai proyek ini menjadi kegagalan euforia. Mobil nasional harus menjadi sarana piloting inovasi teknologi sekaligus membangun ekosistem pendukungnya,” kata Sigit.
Penandatanganan MoU ini menjadi langkah fundamental dalam penyelarasan kebijakan lintas sektor, pengembangan kawasan industri berwawasan lingkungan, penguatan rantai pasok otomotif dalam negeri, serta percepatan adopsi teknologi manufaktur maju guna meningkatkan daya saing industri nasional.






















